Dalam beternak ayam broiler, masa panen adalah tahap yang sangat penting. Seefisien apa pun proses budi daya yang dilakukan, hasilnya dapat berkurang apabila proses pemanenan tidak dilakukan dengan benar. Oleh karena itu, peternak perlu memahami 5 strategi panen dari Ansell agar dapat mengoptimalkan keuntungan dalam peternakan ayam broiler. Yuk, simak tipsnya!
1. Tentukan Umur Panen dengan FCR
Feed Conversion Ratio (FCR) merupakan indikator penting dalam produksi ayam broiler. FCR adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara jumlah pakan yang dikonsumsi ayam (dalam kilogram) dengan bobot tubuh yang dihasilkan (dalam kilogram). Semakin tinggi nilai FCR, maka efisiensi pakan akan semakin rendah. Hal tersebut mengartikan bahwa ayam membutuhkan lebih banyak pakan untuk menambah berat badannya. Sebaliknya, semakin rendah FCR, maka penggunaan pakan dalam meningkatkan bobot ayam akan semakin efisien.
Jika FCR tidak diperhitungkan dengan baik, peternak bisa mengalami kerugian akibat biaya pakan yang lebih besar dibandingkan dengan hasil panen. Oleh karena itu, menentukan waktu panen berdasarkan FCR yang optimal akan membantu meningkatkan efisiensi dan keuntungan.
2. Pilih Waktu Panen yang Tepat
Waktu terbaik untuk memanen ayam broiler adalah pada pagi, sore, atau malam hari. Pada waktu-waktu tersebut, suhu lingkungan kandang lebih sejuk karena intensitas panas matahari tidak terlalu tinggi, sehingga dapat membuat kondisi ayam tetap lebih stabil dan tidak stres saat dipanen.
3. Puasakan Ayam Sebelum Panen
Sebelum proses panen dilakukan, peternak perlu memuasakan ayam selama 8 hingga 12 jam. Langkah ini bertujuan untuk membersihkan saluran pencernaan ayam dan mencegah adanya perbedaan bobot saat penimbangan ulang di rumah pemotongan. Selain itu, pemuasaan juga membantu menjaga kualitas daging agar tetap segar dan tidak mudah rusak akibat kontaminasi pakan yang tersisa di saluran pencernaan ayam.
4. Gunakan Sekat saat Menangkap Ayam
Sebelum menangkap ayam, peternak sebaiknya membuat sekat sesuai urutan ayam yang akan ditangkap. Tujuannya adalah untuk mencegah ayam yang belum ditangkap menjadi lemas. Saat menangkap ayam, pegang kakinya secara perlahan, lalu topang bagian dadanya sambil mengangkatnya. Hindari menangkap ayam dengan kasar atau hanya memegang salah satu sayapnya terlebih dahulu, karena hal ini bisa menyebabkan ayam berontak, stres, dan membuat sayapnya memar.
Saat panen, setiap peternak dapat menangkap 3-5 ekor ayam sekaligus. Setelah ditangkap, kedua kaki ayam diikat dengan tali agar dapat ditimbang bersama dalam kelompok yang sama. Selama penimbangan, segera catat bobot hidupnya, lalu masukkan ayam ke dalam keranjang setelah proses penimbangan selesai.
5. Sesuaikan Kapasitas Keranjang
Sesuaikan kapasitas keranjang pengangkut dengan timbangan ternak agar ayam tetap aman selama proses pengangkutan. Keranjang dengan dimensi 97 x 57 x 28 cm idealnya dapat menampung sekitar 25 kg ayam, dengan kapasitas maksimal 25-30 ekor per keranjang. Jika melebihi kapasitas ini, resiko kematian ayam saat pengangkutan akan meningkat.
Sebagai contoh, jika berat ayam rata-rata 1 kg, maka jumlah maksimal dalam satu keranjang adalah 25 ekor. Jika berat ayam kurang dari 1 kg, jumlahnya bisa ditambah hingga 30 ekor. Namun, jika berat ayam lebih dari 1 kg, maka sebaiknya kurangi jumlah ayam dalam satu keranjang agar tidak melebihi kapasitas 25 ekor.
Kesimpulan
Masa panen bukan hanya tahap akhir dalam beternak ayam broiler, tetapi juga faktor penting yang menentukan keberhasilan usaha. Dengan menerapkan strategi yang tepat, mulai dari menentukan umur panen berdasarkan FCR, memilih waktu panen yang ideal, melakukan pemuasaan sebelum panen, menangkap ayam dengan sekat, hingga mengatur kapasitas keranjang dengan benar.
Sekecil apapun kesalahan dalam proses panen, bisa berdampak besar pada hasil akhir. Oleh karena itu, perencanaan yang matang sangat diperlukan agar panen berjalan lancar dan keuntungan bisa diperoleh secara optimal.
Sumber: Poultry Indonesia, Edisi Februari 2023