Pada bulan Maret 2018, SHT Engineering SDN. BHD. Malaysia yang merupakan salah satu partners PT Ansell Jaya Indonesia, memberikan kesempatan kepada pelanggan kami untuk berkunjung ke pabrik dan ke beberapa pelanggan yang sudah menggunakan produk mereka di Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, dan Sandakan Malaysia. Kesempatan berkunjung ini juga menjadi moment yang baik bagi pelanggan untuk bisa mengetahui proses pembuatan secara langsung di pabrik SHT dan melihat proses pengoperasian produk SHT di pelanggan yang sudah menggunakan. Sekaligus menjadi bahan pertimbangan untuk bisa mengetahui bisnis industri pengolahan ayam di Malaysia.

Pabrik SHT berlokasi di Jalan Mega A, Taman Industri Mega, 43500 Semenyih, Selangor Darul Ihsan, Malaysia. Kapasitas mesin potong ayam yang diproduksi  mulai dari 500 ekor ayam per jam  sampai 6 ribu ekor ayam per jam, terdiri dari; heavy duty roller conveyor, water stunner, stainless stell scalder, stainless stell conveyor for fowl feather removal machine, auto leg unloader, auto leg cutter & chicken unloader, fowl feather removal machine, spiral chiller, chain / shackle washer, dan crate washer. Mesin yang diproduksi SHT sudah lulus standar halal dari departemen terkait di Malaysia. SHT juga memproduksi meat processing, diantaranya; meat bone, meat mincer, chicken cutter machine, chopping machine, automatic meat slicer, meat slicer, dan meat & bone SAW. SHT melalui anak perusahaannya UTeam Food Machinery (M) SDN.BHD., memproduksi dan memasarkan meat balls/fish balls machinery, bakery machinery & equipments, vegetables/meat cutter equipments, packaging machinery, cookers/bailers equipments, dan mobile food trucks.

Pada kunjungan kali ini  kami diberikan kesempatan untuk berkunjung dan melihat mesin potong ayam dengan kapasitas 500 ekor ayam per jam di Sandakan, 1000 ekor ayam per jam di Kuala Lumpur dan 4000 ekor ayam per jam di Kota Kinabalu.

Mesin potong ayam kapasitas 500 ekor per jam adalah kapasitas terkecil yang diproduksi oleh SHT. Kami mengunjungi salah satu pelanggan SHT di kota Sandakan, Malaysia. Bagian live bird supply, stunning, dan scalding terakit dalam satu sistem yang rapi dan simpel seukuran container 20 feet, sehingga tidak memerlukan area yang besar (foto nmr 1). Untuk drum plucker berada disisi proses scalding  dilanjutkan dengan meja untuk proses evisceration secara manual (foto nmr 2). Kemudian disampingnya ada spiral chiller sebagi proses lanjutan sebelum ayam dilakukan seleksi secara manual dari segi berat dan kualitas ayam. Hasil seleksi akan di packing atau di proses parting (foto nmr 3) dan dimasukan ke cold storage ( foto nmr 4). Dengan operasional mesin 8 jam sehari (pagi 4 jam, malam 4 jam), ada  4000 ekor ayam yang di potong, jika berat rata-rata karkas 1,8 kg, dihasilkan total 7200 kg daging ayam tiap harinya.

Selanjutnya kami mengunjungi slaughtering house yang berkapasitas 1000 ekor ayam per jam di Kuala Lumpur Malaysia. Lokasinya di pusat indutri dan padat sekali. Dengan system yang baik, slaugtering house ini tidak mengalami kendala operasional dari lingkungan. Berbeda dengan mesin kapasitas 500 ekor per jam, untuk kapasitas 1000 ekor lebih lengkap dan otomatis. Mulai dari live bird supply, stunning, scalding, auto plucker, evisceration (dilakukan manual), sampai spiral chiller semua posisi ayam tergantung pada shackle yang berjalan otomatis. Setelah proses spiral chiller akan dilakukan proses seleksi secara manual, selanjutnya akan di packing dan sebagian melalui proses parting baru packing, lalu di simpan di cold storage atau di langsung dipasarkan. Ada sekitar 70% dari hasil produksi slaughtering house ini langsung di pasarkan karena permintaan  ayam segar oleh pelanggan mereka. Dengan 6 jam operasional tiap hari dan berat rata-rata karkas 2 kg, dihasilkan 12000 kg daging ayam tiap harinya.Kunjungan terakhir kami ke slaughtering house dengan kapasitas 4000 ekor per jam yang berlokasi di Kota Kinabalu Malaysia. Dengan peralatan yang lebih lengkap dan didukung dengan bangunan yang modern, slaughtering house ini mempunya standar operional yang ketat, termasuk bagi pengunjung yang ingin melihat dari dekat proses kerja di slaughtering house. Karena kami datang dengan pihak SHT Engineering SDN. BHD., pemilik slauhgtering house mengijinkan dengan beberapa batasan standar bagi tamu.

Setelah mengganti baju khusus dan sepatu boot, kami memulai kunjungan dari bagian akhir proses, tepatnya ruang weighing dan packing (foto nmr 1 & 2), dengan pertimbangan kami masuk ke area bersih dulu selanjutnya akan ke area kotor. Pada area ini terdapat tempat penyimpanan hasil produksi dari blasting, cool storage, carting, dan chiller. Juga ada proses auto weighing dengan 6 size sesuai yang dibutuhan. Dengan auto weighing memudahkan operator untuk seleksi hasil produksi dari berat karkas yang selanjutnya di seleksi manual untuk proses yang langsung packing atau proses parting lebih dahulu dilanjutkan packing.

Selanjutnya kami masuk ke ruang proses sebelumnya, yaitu proses chilling. Dari ruang ini ada 2 unit spiral chiller dan ruang flake ice untuk melakukan proses chilling (foto nmr 3). Spiral chiller pertama untuk pembersihan ayam setelah melalui proses evisceration, spiral chiller kedua airnya dicampur dengan es untuk proses chilling dengan kondisi ayam sudah bersih setelah melalui proses spiral chiller pertama. Selanjutnya kami masuk ke ruang evisceration yaitu ruang untuk proses pembersihan bagian dalam (foto nmr 4). Proses evisceration dilakukan secara manual oleh beberapa kelompok sesuai dengan bagian masing-masing.

Proses yang kami lihat di ruang berikutnya adalah proses defeathering dan scalding. Proses defeathering atau cabut balu menggunakan model auto plucker (foto nmr 1) dan scalding menggunakan boiler sebagai sumber pemanas (foto nmr 2). Selanjutnya kami melihat proses stunning dan killing ruang berikutnya (foto nmr 3). Ada 4 orang yang bertugas dibagian killing dan 1 orang bagian kontrol sebelum proses scalding. Bagian kontrol bertugas memastikan bahwa ayam sudah dipotong dengan benar dan mengikuti stadar halal. Hal ini sangat penting terutama untuk negara-negara yang menerapkan peraturan standar halal, seperti malaysia dan Indonesia. Ruang terakhir yang kami lihat adalah ruang live bird supply, dimana ayam datang dari angkutan dan mulai digantungkan pada shackle. Selain ruangan inti, slaughtering house ini juga dilengkapi dengan ruang penanganan limbah dari proses di ruang inti, sehingga limbah yang dihasilkan langsung dikelola sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Belajar dari tiga lokasi yang kami kunjungi, bahwa untuk memulai usaha pemotongan ayam yang modern tidak harus dengan kapasitas yang besar tetapi bisa kita mulai dari kapasitas yang kecil yaitu 500 ekor per jam. Dan SHT sudah memproduksi dan menyediakan servis yang baik untuk mewujudkannya.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang SHT dan produk yang dipasarkan, bisa email kami di info@anselljaya.com.

 

GD02/18

#SHT #mesinpotongayam #ayampotong