Hari raya Idul Adha merupakan salah satu hari raya terbesar setelah hari raya Idul Fitri. Dalam momentum Idul Adha, terjadi salah satu peristiwa sejarah penting bagi umat Islam, yaitu peristiwa Qurban dimana nabi Ibrahim A.S bersedia untuk mengorbankan putranya, Ismail A.S untuk Allah SWT yang memberikannya wahyu melalui mimpi untuk menyembelih Ismail, kemudian sembelihan tersebut diganti oleh Allah dengan seekor domba. Hal inilah yang menjadi dasar Kurban (Qurban) diadakan oleh umat Islam setiap hari raya Idul Adha berlangsung. Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah pada penanggalan hijriyah. Biasanya, jatuh setelah 70 hari hari raya Idul Fitri, hari ini juga termasuk hari Tasyrik, dimana umat islam dilarang untuk berpuasa karena hukumnya haram. Pada tahun 2020 ini, hari raya Idul Adha jatuh pada tanggal 31 Juli 2020, sementara hari Tasyrik jatuh di tanggal 1, 2 dan 3 Agustus 2020.

Dalam hari raya Idul Adha, kaitannya sangat besar dengan rukun Islam yang paling akhir, yaitu berhaji. Penetapan puncak hari raya Idul Adha juga ditandai dengan peristiwa berhaji, dan pilar serta inti dari haji adalah wukuf di Arafah. Dan itulah kenapa hari raya Idul Adha juga identik dengan nama “Lebaran Haji”, karena pada hari inilah umat muslim melaksanakan ibadah haji, dengan melakukan rukun-rukun haji di Tanah Suci Mekkah.

Tradisi Masyarakat Indonesia dalam Menyikapi Hari Raya Idul Adha

Bagi masyarakat Indonesia, hari raya Idul Adha merupakan hari raya yang spesial. Dimana bagi masyarakat yang mampu berangkat menuju tanah suci Mekkah, mereka akan melakukan ibadah haji seiring dengan kewajiban yang tertuang dalam Rukun Islam. Bagi yang tidak mampu berangkat menuju Tanah Suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji, maka dapat mengganti atau melaksanakan qurban dengan menyembelih hewan ternak kemudian daging hasil qurban tersebut dibagikan kepada yang membutuhkan. Manfaatnya adalah, pertama meningkatkan ketaqwaan umat Islam kepada Allah SWT, meneladani taqwa nabi Ibrahim dan kesabaran putranya Ismail dalam menghadapi wahyu berat yang Allah turunkan melalui mimpi. Kedua, hubungan antar manusia, dengan adanya kegiatan qurban maka masyarakat dapat saling merasakan satu sama lain kebahagiaan dan kebersamaan antar ummat. Idul adha juga diperingati dengan melaksanakan sholat Idul Adha pada pagi hari, sementara sebelum hari raya idul Adha datang, ummat Islam biasa melaksanakan puasa sunnah Arafah.

Makna Idul Adha sebetulnya sangat penting dan besar bagi umat Islam. Untuk masyarakat yang memiliki kemampuan finansial yang mencukupi, bulan ini dapat dijadikan ajang untuk berhaji, dimana hal itu tertuang dalam rukun islam ke-5. Sementara yang belum mampu untuk pergi berhaji, disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban seperti kambing, sapi, kerbau, atau di beberapa negara Timur Tengah bahkan ada yang menyembelih unta. Bagi yang belum mampu berhaji dan berqurban, cukup maknai Idul Adha sebagai sarana untuk “menyembelih” sifat hewani dalam diri manusia, dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Penerapan Ibadah di Tengah New Normal

Kebijakan pemerintah Indonesia untuk mengadakan New Normal di tengah pandemi virus Corona, mulai memperbolehkan aktivitas ibadah dan aktivitas lainnya menjadi normal kembali namun tetap dalam protocol kesehatan Covid-19. Masyarakat disarankan untuk tetap mematuhi protocol tersebut demi mencegah terjadinya klaster baru Covid-19 di lingkungan keagamaan. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk tetap mematuhi social distancing, memakai masker, dan selalu mencuci tangan baik sebelum berangkat beribadah (sholat Idul Adha) maupun sesudahnya.

Dengan menyambut hari raya Idul Adha 1441H, mari kita sama-sama meneladani kisah nabi Ibrahim dan Ismail A.S, dan juga mendoakan sanak saudara, keluarga, dan seluruh ummat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, semoga kemudian menjadi haji yang mabrur. Ansell Jaya Indonesia mengucapkan selamat hari raya Idul Adha 1441H.

Ansell… For your better farming~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *