Beberapa bulan yang lalu pemerintah Republik Indonesia telah menerapkan kebijakan new normal atau era kenormalan baru di tengah pandemi Corona Virus Disease (COVID-19). Penerapan kebijakan new normal atau kenormalan baru ini digagas atas dasar untuk memulihkan ekonomi Indonesia. Pada penerapan kebijakan sebelumnya, yaitu pembatasan sosial berskala besar (PSBB), penyerapan produksi daging dan telur berkurang akibat industri kreatif kuliner serta horeka yang tutup dan industri pariwisata yang dihentikan untuk sementara waktu.

“Secara ilmiah, telur dapat meningkatkan sistem imun tubuh, sehingga pasien yang menderita COVID-19 disarankan untuk mengonsumsi telur.”

Sebagian masyarakat memiliki keresahan akan adanya penularan COVID-19 akibat dari adanya kebijakan kenormalan baru, di mana masyarakat dapat kembali lagi menjalankan aktivitas biasa dengan tetap memenuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan minimal selama 20 detik. Pola hidup yang sehat juga hendaknya diterapkan masyarkat untuk mempertahankan kesehatan tubuh dan menjaga sistem imun, salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang berasal dari produk hewani, yaitu telur.
Kandungan putih dan kuning telur
Secara ilmiah, telur dapat meningkatkan sistem imun tubuh, sehingga pasien yang menderita COVID-19 disarankan untuk mengonsumsi telur. Kandungan nutrisi yang dimiliki oleh telur utuh di antaranya protein (12%), lipid (1%), dan mineral (1%) (Kovacs-Nolan et al. 2005). Putih dan kuning telur dianggap zat makanan fungsional karena memiliki aktivitas biologis seperti antimikroba, antioksidan, metal-chelating, antihipertensi, antikanker, dan memiliki aktivitas immunomodulator (Lee dan Pail 2019).
Putih telur memiliki kandungan air (88%), protein (11%), karbohidrat, abu, dan sejumlah lipid (1%). Putih telur terdiri dari protein utama dan protein minor. Protein utama diantaranya ovalbumin (54%), ovotransferin (12%), ovomucoid (11%), lisozim (3,5%), dan ovomucin (3,5%), sedangkan protein minor diantaranya avidin (0,05%), sistatin (0,05%), ovomakroglobulin (0,5%), ovoflavoprotein (0,8%), ovoglycoprotein (1,0%), dan ovoinhibitor (1,5%) (Kovacs-Nolan et al. 2005).
Kuning telur adalah sistem kompleks yang terdiri dari partikel-partikel yang tersuspensi dalam cairan kuning bernama plasma, yang mengandung protein. Kuning telur mengandung banyak nutrisi penting dan bahan pengawet, karena peranannya sebagai ruang embrionik. Nutrien utama yang dikandung oleh kuning telur di antaranya protein (16%) dan lipid (32%) terutama dalam bentuk lipoprotein. Kuning telur juga mengandung karbohidrat (1%), sebagian besar oligosakarida yang terikat dengan protein dan mineral (1%). Granula atau butiran dalam kuning telur mengandung α- dan β-lipovitelin, lipoprotein densitas tinggi (HDL), fosvitin, dan lipoprotein densitas rendah (LDL) (15%). Kuning telur juga mengandung livetin, yang merupakan protein globular bebas lipid. Salah satu vitelin adalah γ-livetin, yang disebut sebagai imunoglobulin Y (IgY) (Zambrowicz et al. 2014).

Source : https://www.poultryindonesia.com/potensi-telur-sebagai-pemacu-sistem-imun-di-masa-kenormalan-baru/

 

Untuk pertanyaan lebih lanjut bisa menghubungi :

Instagram : https://www.instagram.com/anselljayaindonesia
Facebook : https://www.facebook.com/anselljaya
Tiktok : https://www.tiktok.com/@anselljaya?lang=id-ID

Dan Customer Service PT Ansell Jaya Indonesia.

Chanel resmi PT Ansell Jaya Indonesia , Perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia alat peternakan ayam dengan teknologi modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *