Membangun suatu peternakan ayam, khususnya peternakan ayam broiler akan selalu dimulai dengan pemeliharaan DOC ayam broiler. DOC (Day Old Chicken) sangatlah mudah untuk mengalami stress, dimana tingkat stress tersebut akan menimbulkan berbagai penyakit pada ayam, kualitas menurut, hingga kematian pada ayam. Ketahanan pada DOC akan semakin tinggi jika DOC tersebut memiliki kualitas yang baik juga.

Pemilihan DOC disarankan kepada peternak yang sudah berpengalaman. Bagi peternak pemula yang ingin memulai bisnis di dunia peternakan akan lebih baik untuk mempelajari dunia peternakan lebih dalam, terutama untuk pemilihan DOC. Sedangkan bagi peternak yang sudah berpengalaman dan cukup lama berada di dunia peternakan dapat mulai mencoba untuk menghasilkan DOC ayam dipeternakannya sendiri. Salah satu keuntungan jika suatu peternakan memiliki ternak DOC sendiri adalah dengan menghasilkan DOC ayam broiler yang berkualitas sendiri akan mengurangi biaya operasional asalkan sudah mengetahui caranya. Saat menghasilkan DOC yang berkualitas selain dapat digunakan untuk diternak oleh peternakan ayam broiler sendiri, DOC ini juga dapat dijual ke peternak-peternak lain.

Jadi poin apa saja yang harus diperhatikan untuk menghasilkan DOC ayam broiler yang berkualitas?

1. Pemilihan Indukan yang Berumur Muda
Dapat dikatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Induk yang baik dan sehat akan berpengaruh pada telurnya. Biasanya semua mahkluk hidup yang berumur muda dapat dikatakan lebih sehat dan lebih kuat daripada yang sudah berumur atau tua. Begitu juga pada indukan ayam, indukan ayam yang sudah tua akan
menghasilkan telur yang berukuran kecil bahkan dapat tidak normal sehingga tidak bagus untuk dijadikan bibit. Oleh karena itu pilihlah indukan dengan umur yang masih muda untuk mendapat telur DOC yang berkualitas dan akan menjadi bibit unggul yang baik.

2. Proses Pemilihan Telur Ayam
Walaupun sudah memiliki indukan berumur muda tetap harus melakukan pemilihan telur karena tidak semua telur dapat ditetaskan menjadi DOC sehingga perlu dilakukan pemilihan yang tepat.

Bagaimana cara melakukan seleksi telur ayam?
Cara seleksi ini dapat dilakukan dengan memisahkan telur yang kotor, cangkang yang mengalami retak, dan berat telur yang tidak sesuai dengan standar. Selain melakukan pemeriksaan fisik telur, proses seleksi juga dapat dilakukan dengan memeriksa kuning telur, jika kuning telurnya dua kali lipat lebih besar kemungkinan tidak akan bisa menetas karena tidak normal.

3. Proses Fumigasi
Apa itu fumigasi?
Fumigasi adalah proses menghilangkan bakteri maupun jamur yang melekat pada cangkang telur. Tujuan dari melakukan proses fumigasi adalah agar bakteri dan jamur yang menempel pada cangkang telur tidak masuk ke dalam telur, dimana bakteri dan jamur tentunya akan membuat bibit DOC menjadi penyakitan dan tidak bagus untuk ternakan.

4. Melakukan Penyimpanan Telur dengan Benar
DOC yang berkualitas tidak akan menetas terlalu lambat dan tidak terlalu cepat. Simpanlah telur yang telah dilakukan fumigasi ditempat yang tepat sehingga telur dapat menetas tepat pada waktunya. Sangatlah penting untuk memastikan lamanya penyimpanan telur.

5. Tingkat Suhu
Telur yang akan ditetaskan membutuhkan tingkat suhu yang hangat. Suhu yang hangat bisa didapatkan dari lampu yang dipasang untuk menghangatkan telur atau juga brooder. Lakukanlah penyesuaian suhu untuk telur tersebut karena suhu diawal penyimpanan berbeda dengan suhu diakhir penyimpanan. Hal lain yang tidak kalah penting adalah simpanlah telur ditempat yang tertutup agar terhindar dari serangan binatang lain seperti tikus.

6. Bagaimana Posisi Telur
Cara menyimpan telur yang benar adalah bagian runcing telur berada dibagian atas, sedangkan bagian telur yang sedikit bulat diletakan dibagian bawah. Peletakan posisi telur ini tidak dapat dianggap remeh karena posisi telur yang benar akan mengurangin kerusakan pada struktur yang mengakibatkan penurunan kualitas telur

7. Melakukan Penjadwalan Waktu Menetas Telur
Berikanlah nomor pada telur untuk mempermudah mengetahui mana telur yang disimpan atau di inkubasi terlebih dahulu. Buatlah penjadwalan waktu yang tepat untuk proses penetasan telur karena telur yang menetas tepat pada waktunya akan menghasilkan bibit unggul yang berkualitas.

Bagaimana jika telur tidak menetas pada waktunya?
Jika ada telur yang masa menetasnya tidak sesuai dengan jadwal yang telah dibuat maka Anda dapat menunggu beberapa hari kedepan hingga telur tersebut menetas. Tetapi seperti yang telah dibahas sebelumnya jika telur tersebut tidak menetas pada waktu yang tepat maka kualitas DOC tersebut akan menurun.

Apa keuntungan jika menghasilkan DOC ayam broiler sendiri?
Khususnya untuk para peternak ayam pedaging (broiler). Harga DOC ayam pedaging (broiler) selalu berubah-rubah dan tidak dapat diprediksi. Saat permintaan DOC meningkat atau DOC dalam keadaan langka (langka disini adalah jika stok DOC tidak sebanding atau dibawah permintaan pasar) maka harga akan melambung tinggi. Hal ini akan menyebabkan membengkaknya biaya-biaya, belum biaya lainnya seperti biaya pakan, listrik, dan lain-lain.

Oleh karena itu dengan menghasilkan DOC ayam broiler sendiri, peternak tidak perlu khawatir pada perubahaan harga pada DOC. Para peternak dapat mengunakan DOC berkualitas yang mereka ternak sendiri untuk beternak ayam broiler, selain itu juga mereka dapat menjual DOC yang harganya sedang melambung tinggi karena permintaan pasar atau langka tesebut.