Daging Ayam merupakan salah satu bahan dasar makanan yang sangat digemari oleh banyak orang. Selain harga daging ayam yang terjangkau, daging ayam juga dapat dimakan oleh kalangan manapun. Banyak restoran populer yang jenis makanannya memiliki bahan dasar ayam seperti gerai-gerai usaha fried chicken dan lain-lain, adapun banyak makanan terkenal yang sekarang sedang populer seperti ayam geprek, ayam penyet, dan jenis masakan dengan ayam lainnnya.

Hampir semua makanan dengan dasar ayam itu enak, apalagi daging ayam mengandung banyak protein hewani yang mampu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh manusia. Sehingga permintaan daging ayam pun menjadi tinggi.

Apa Keuntungan Bisnis Ternak Ayam Potong (Broiler)?

Banyaknya makanan yang berbahan dasar ayam membuat permintaan akan daging ayam menjadi tinggi sehingga bisnis ternak ayam potong sangat menjanjikan untung besar.

Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa ternak ayam ras potong (broiler) memiliki waktu panen yang cukup cepat (kira-kira diumur 25-30 hari). Berbeda jika beternak kambing yang memerlukan waktu satu tahun agar kambing dapat berkembang dengan baik.

Waktu panen ayam pedaging (broiler) yang cukup cepat, permintaan pasar yang tinggi, pangsa pasar terbuka luas, pemasaran mudah dilakukan sehingga usaha ternak ayam potong (broiler) dapat dikatakan sangat menjanjikan. Bahkan dapat dikatakan untuk 10 tahun kedepan manusia masih tetap mengonsumsi ayam.  Pemasaran ayam pedaging dapat dijual melalui bandar, pengepul, restoran, rumah makan, gerai usaha fried chicken, dan lain-lain.

Apa Resiko Bisnis Ternak Ayam Potong (Broiler)?

Walaupun diatas telah dibahas bahwa bisnis ternak ayam potong menguntungkan dan memiliki peluang yang besar, tetapi namanya bisnis atau usaha selalu memiliki resiko. Resiko-resiko ini dapat muncul dikarenakan banyak faktor (faktor internal ataupun eksternal).

Contoh ternak ayam potong yang memiliki resiko, ada seorang peternak memulai bisnis dengan beternak seribu ayam potong, mengggaji karyawan, beli pakan ayam, membangun kandang, pembelian bibit ayam broiler dengan biaya kira-kira ratusan juta rupiah. Seiring berjalannya waktu tiba-tiba harga ayam potong per ekornya jatuh ke level terendah dan harga pakan naik karena barang impor. Hal ini dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak bahkan hingga bisnisnya tutup.

Contoh diatas merupakan salah satu faktor resiko dari beternak ayam, khususnya ayam potong (broiler). Selain itu ada banyak resiko lain seperti munculnya penyakit yang menyebabkan ayam mati. Salah satu fenomena yang cukup merugikan pebisnis ternak ayam potong adalah flu burung. Fenomena ini membuat banyak sekali orang tidak mau mengonsumsi daging ayam sehingga akan berdampak buruk bagi peternak ayam potong (broiler).

Dari contoh diatas bukan berarti bisnis ternak ayam itu sulit. Isu flu burung menghilang, semua pebisnis ternak ayam pedaging (broiler) kembali berjalan normal hingga saat ini. Selain itu juga banyak sekali peternak yang sukses. Bayangkan saat mendekati lebaran dimana harga daging ayam dapat dipastikan 100% meningkat. Hal ini akan sangat menguntungkan para peternak ayam potong (broiler).

Bagaimana Pangsa Pasar Ternak Ayam Potong (Broiler)

Baik kalangan tua, muda, laki-laki, perempuan, anak-anak, semuanya menyukai daging ayam dalam berbagai variasi olahan. Banyaknya kalangan yang mengonsumsi daging ayam membuat pangsa pasar ternak ayam potong menjadi sangat luas karena mencakup semua orang. Berikut ini beberapa peluang pasar jika beternak ayam potong:

  1. Semua kalangan di dunia menyukai daging ayam dan dapat mengonsumsi daging ayam.
  2. Banyaknya usaha-usaha kuliner yang menggunakan daging ayam sebagai bahan dasar ataupun pelengkap makanan buatan mereka.
  3. Gerai-gerai atau restoran ayam merupakan menu utama mereka, seperti fried chicken, ayam geprek, ayam penyet, chicken wings, dan lain-lain.
  4. Warteg, warung nasi, rumah makan prasmanan dan masih banyak lagi yang membutuhkan daging ayam sebagai salah satu menu yang mereka jual.

 

Bagaimana  Langkah-Langkah Memulai Usaha Ternak Ayam Pedaging (Broiler)?

Dalam memulai usaha beternak ayam pedaging (broiler) dapat dimulai dari skala kecil hingga ke skala besar. Selain membutuhkan keberanian untuk memulai, kreatif, rajin, ulet, dan pantang menyerah terdapat beberapa hal yang harus disiapkan untuk memulai usaha ternak ayam potong (broiler):

  1. Kandang Ayam

Usahakan kandang ayam jauh dari masyarakat sekitar karena ditakutkan akan menyebabkan polusi udara, kemudian perhatikan suhu kandang ayam agar ayam tidak kepanasan ataupun kedinginan.

  1. Lantai Kandang Ayam

Lantai kandang ayam jangan sampai basah, selain itu dasar lantai kandang harus menggunakan serutan kayu atau sekam secukupnya.

  1. Brooder

Alat bantu penghangat bagi DOC ayam potong

  1. Peralatan

Peralatan seperti tempat makan, tempat minum, kipas, cooling pad, dan lain-lain harus diperhatikan kualitasnya. Alat-alat tersebut jangan cepat rusak karena biaya investasi yang cukup besar seperti kipas, tempat minum tidak bocor karena akan menyebabkan kandang ayam menjadi basah.

  1. DOC

Pilihlah DOC yang baik dan berkualitas agar saat panen akan mendapatkan ayam potong yang baik dan berkualitas juga.

 

Kesuksesan dalam menjalankan usaha ternak ayam potong memerlukan teknik dan pengetahuan mendalam mengenai cara beternak yang baik dan benar. Tanpa ilmu pengetahuan yang cukup maka kita akan kebingungan. Ilmu seperti takaran minuman, makanan, suhu dalam ruangan, bagaimana mendeteksi ayam yang sakit agar tidak menyebar ke ayam lain, dan banyak ilmu pengetahunan lainnya.

Ada banyak jenis penyakit diluar yang dapat menyerang ternak ayam, sehingga bagi para pengusaha harus memiliki bekal ilmu pengetahuan yang baik mengenai peternakan ayam agar bisnisnya dapat berjalan dengan baik dan lancar.