Telur merupakan salah satu bahan makanan yang paling populer di dunia. Telur kaya akan protein dan nutrisi penting lainnya, sehingga baik untuk kesehatan. Telur ayam adalah jenis telur yang paling banyak dikonsumsi, baik di Indonesia maupun di dunia. Telur ayam dibedakan menjadi dua jenis, yaitu telur fertil dan telur infertil.

Apa itu Telur Infertil?

Telur infertil adalah telur yang dihasilkan oleh ayam betina, tetapi tidak dibuahi oleh ayam jantan. Telur ini biasanya dihasilkan oleh ayam betina yang tidak dikawinkan dengan ayam jantan, atau oleh ayam betina yang sudah tua dan tidak produktif lagi.

Apakah Bisa Dimakan?

Tentu saja!  Meskipun tidak memiliki embrio yang berkembang, telur ini tetap menjadi sumber protein, vitamin, dan mineral yang baik. Jadi, jangan ragu untuk dijadikan makanan dan menambahkannya ke dalam menu sarapan atau hidangan lainnya.

Baca Juga : Tips Mudah Meningkatkan Kandungan Omega3 dalam Telur Ayam

Perbedaan dengan Telur Fertil

KarakteristikFertilInfertil
Dibuahi oleh ayam jantanYaTidak
Dapat menetasYaTidak
CangkangLebih tebalLebih tipis
WarnaLebih cerahLebih pucat
Masa simpanLebih lamaLebih pendek

Telur fertil lebih disukai oleh sebagian orang karena memiliki kandungan nutrisi yang lebih lengkap. Telur fertil mengandung protein, vitamin, dan mineral yang lebih tinggi daripada telur infertil. Selain itu, telur fertil juga memiliki rasa yang lebih gurih dan aroma yang lebih sedap.

Berapa Lama Bisa Bertahan?

Telur fertil dapat bertahan selama 10-14 hari di suhu ruang, dan selama 2-3 minggu di dalam lemari pendingin. Sementara itu, telur infertil hanya dapat bertahan selama 7-10 hari di suhu ruang.

Cara Memilih Telur Infertil

Untuk memilih yang berkualitas, Anda dapat memperhatikan hal-hal berikut:

  • Cangkang telur harus utuh dan tidak retak.
  • Warna cangkang telur harus cerah dan tidak kusam.
  • Telur harus terasa berat untuk ukurannya.
  • Telur tidak boleh mengeluarkan bau yang tidak sedap.