Mencegah bakteri dan virus untuk kehidupan sehari-hari adalah hal yang penting dilakukan setiap orang. Baik ketika sedang beraktivitas, hingga banyak kegiatan lain yang tidak luput dari pencegahan bakteri dan virus agar manusia terhindar dari penyakit. Tak terkecuali, system biosekuriti pada kandang closed house system demi mencegah virus dan bakteri masuk ke dalam lingkungan farm, baik untuk ayam produksi, maupun untuk manusia itu sendiri.

Sistem biosekuriti ini sudah diterapkan sejak lama bahkan di beberapa kandang customer PT Ansell Jaya Indonesia. Fungsinya adalah sebagai sterilisasi guna mencegah penyebaran penyakit yang terjadi dan menular dari unggas ke manusia, atau sebaliknya dari manusia ke unggas yang dapat menyebabkan penyakit pernafasan pada manusia, hingga penurunan jumlah produksi yang cukup signifikan dan berakibat fatal pada proses produksi unggas baik ayam broiler maupun ayam petelur.

Itulah mengapa banyak dari farm customer PT Ansell Jaya Indonesia menerapkan sistem biosekuriti yang sangat ketat bagi siapapun yang akan memasuki area farm.


Salah satu ruangan sterilisasi kendaraan (kanan) dan manusia (kiri) di farm customer Ansell

Prosedur ini merupakan hal yang wajib dilakukan ketika seseorang hendak memasuki area farm baik ketika berkendara roda 4 maupun sepeda motor. Dan terbukti, biosekuriti dapat meningkatkan perlindungan dari penyakit baik bagi manusia maupun bagi unggas yang diternakkan di area farm.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melaksanakan pencegahan penyakit melalui biosekuriti diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Bird Compliance. Seluruh SDM yang bekerja di area farm tidak boleh melakukan kontak dan berinteraksi dengan unggas di luar area farm. Seluruh SDM diwajibkan melapor apabila terjadi baik kesengajaan ataupun ketidaksengajaan interaksi dengan unggas lain seperti selesai dari farm lain dan / atau sehabis selesai dari farm ayam jenis lain.
  2. On Facility Showers. Setiap SDM yang bekerja di area farm bahkan tamu diwajibkan untuk mandi terlebih dahulu sebelum memasuki area farm. Seragam khusus juga dapat disediakan dan menjadi opsi penting yang wajib dipakai bagi SDM yang akan memasuki area farm.
  3. Integrated Pest Management. Menyediakan pencegahan dari hama seperti tikus, serangga, dan hama lainnya (pest control) di sekitar area farm bahkan hingga ke dalam kandang yang terisi oleh unggas. Tidak ada toleransi bagi aktivitas hama di sekitar area kandang, karena bisa jadi hama serangga bahkan tikus dapat menyebarkan berbagai jenis penyakit.
  4. Complete House Clean Out (HCO). Membersihkan bagian house (kandang) unggas secara keseluruhan. Bersihkan seluruh material organik seperti bekas kotoran, bulu-bulu unggas dan debu yang menempel pada peralatan kandang. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit dari ayam yang telah dipanen, ke ayam baru yang akan chick in, dan hal ini tentunya perlu dilakukan sesuai standar kebersihan.
  5. Quality Compliance and Training. Pelatihan tentang biosekuriti bagi seluruh SDM di area farm perlu dilakukan agar seluruh SDM mengerti bagaimana peran penting biosekuriti dalam pencegahan berbagai macam penyakit yang bisa saja timbul. Pelatihan adalah hal yang sangat penting untuk menginformasikan kepada setiap SDM bahwa prosedur biosekuriti sifatnya adalah wajib. Tidak lupa pula laksanakan audit internal untuk mengukur seberapa siap SDM dalam menerapkan prosedur dan aturan biosekuriti.

Jika biosekuriti dilaksanakan, akan sangat mungkin pencegahan bakteri, virus, patogen yang menjadi sumber penyakit dapat ditekan hingga 0%. Terlebih, ketika wabah virus Corona mewabah dan mengakibatkan penyakit COVID-19 di Indonesia, maka sebisa mungkin sistem biosekuriti ditingkatkan. Dengan peningkatan sistem biosekuriti, dan dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk mencegah penularan penyakit terjadi di lingkungan kandang, bukan tidak mungkin kita akan sama-sama bisa mencegah pandemi Coronavirus ini, dan memberhentikan penularannya.

Ansell, for your better farming~